| Tuesday, January 15, 2008 |
| Episode Pindah Hati |
Hampir setahun sudah saya bercinta dengannya. Ada suka, ada sedih. Ada marah, ada bahagia. Ada puas, ada kecewa. Dan kini saatnya saya mencoba membuka diri untuk yang lain. Bukan karena sudah tak cinta lagi, atau merasa jenuh, tapi saya hanya inginkan yang lebih baik (mungkin). Setidaknya untuk saya pribadi. Karena itu saya memutuskan untuk memilihnya.  Hubungan kami masih sangat muda, masih butuh banyak sekali penyesuaian. Semoga nantinya kami mampu menghasilkan pelangi yang indah atau bintang yang tak pernah padam.Terima kasih buat simbok dan mas peyek yang telah mengenalkan saya padanya. Juga Luthfi yang mau menjadi mak comblang kami.p.s = Link lama segera si update ya..Ini link saya yang baru : http://maruria.wordpress.com/Labels: Love, My Life, Sosialita |
posted by Maruria @ 3:38 AM   |
|
|
|
| Sunday, January 06, 2008 |
| Episode Ngarep[dot]com |
Laki-laki itu tak tenang. Hatinya gelisah terusik seraut wajah lembut nan ayu yang selalu menghantui pikirannya. Mengacaukan konsentrasinya dan memporakporandakan ritme kerjanya. Wanita yang mempesonakannya sejak mula berjumpa.
"Salam kenal mas, saya orang baru disini. Mohon bimbingannya."
Saat itu dan sejak itulah laki-laki itu jatuh ke dalam jurang pengharapan yang tak berujung. Cinta yang tak mampu ia raih. Hanya mengharap dan mendamba tanpa keberanian untuk jujur dan menyatakan. Tidak. Ia tidak atau mungkin belum berani untuk mengungkapkan segala rasa yang menghimpit dadanya dan membuatnya sesak. "Jika cinta itu menyesakkan dan menyakitkan, aku memilih untuk tetap dalam kesakitan hanya untuk mencintamu."
Bukan karena pengecut, tapi ia menyadari wanita itu milik orang lain. Kelelakiannya memaksanya mundur demi menghormati lelaki lain yang telah lebih dulu memasuki hati pujaannya. Tapi hati kecilnya berontak, memaksa untuk tetap mengatakan perasaannya. Paling tidak wanita itu tahu, ada laki-laki di luar sana yang sama mencintainya bahkan mungkin lebih dari kekasihnya.
"Aku ingin kau tahu. Aku tak meminta apa-apa, balasan atau apapun. Mungkin ini terasa tak pantas, tapi aku hanya butuh kau dengar ini : Aku mencintaimu. Aku terjatuh padamu, tepat saat pertama kali kau muncul di pintu kantor kita. Aku menyayangimu lebih dari kau tahu, tapi aku tahu tak mungkin bagimu membalas perasaanku. Dan tak mungkin bagiku memaksamu meninggalkannya. Aku bisa saja nekat. Oohh..tentu saja bisa. Tapi aku tak mau. Dia dan aku sama-sama lelaki. Dan aku tak ingin lelaki lain hancur karena keegoisanku."
Wanita itu hanya tertegun, nanar memandang mata lelaki di hadapannya. Berharap ini hanyalah lelucon lain yang sering dilontarkan padanya di sela-sela kesibukan dan deadline yang menghimpit. Ia tertawa. "Bercanda mbok ya jangan yang kayak gini mas..." "Aku ga bercanda. Aku serius. Apakah kau melihat aku tertawa?" Wanita itu tersadar, lelaki ini memang serius. Disaat seperti ini entah menguap kemana kata-kata yang biasanya begitu lancar dan rapi tersusun di benaknya. Dan ia hanya bisa tergeragap. "A..a..aku..aku nggak tahu harus......." "Aku kan udah bilang, kamu ga harus ngapa ngapain. Aku hanya butuh kamu tahu ini. That's it. Cuma itu yang aku butuhkan."
Dan laki-laki itu beranjak dari hadapannya, meninggalkannya dengan jetlag yang parah. Kini semua tidak akan sama lagi.
Sejenak kemudian, ponsel laki-laki itu berdering. "Ayah..pulangnya nanti jangan lupa mampir JCo's ya..Adek pengen makan donat. Bunda juga tuh.. "Iya sayang..Tapi adek harus rapi & wangi kalo Ayah pulang nanti ya.." "Oke..Hati-hati di jalan ya Ayah.. Mmuaaaahh.." "Mmuah.."
Labels: Lagi Mellow, Love |
posted by Maruria @ 6:53 PM   |
|
|
|
| Saturday, September 22, 2007 |
| Episode Posesif |
Kalau sudah masuk bulan puasa jadi ingat lagi sama kamu. Kamu yang (katanya) sayang sama aku, kamu yang (kayaknya) perhatian, kamu yang ga pernah marah, kamu yang kutungguin waktu sekarat di meja operasi. Di bulan puasa, tujuh tahun yang lalu, kamu bilang, "Kita putus yah..Aku ga mau pacaran sekarang ini.Pacaran itu dosa. Ga ada dalam Islam. Kamu bisa ngerti kan?" Iya, aku mengerti. Meski dengan menahan tangis, aku menganggukkan kepala yang rasanya ko berat banget buat digerakkan. Dan kau pun tersenyum. Senyum yang biasanya menyejukanku, tapi kali ini terasa menyakitkan. Hatiku patah. Hancur. Tapi aku rela, demi niat sang kekasih untuk menjadi lebih baik. Muslim yang kaffah. Tapi ternyata dalam prakteknya sulit sekali untuk tidak memikirkan keindahan masa-masa yang kita lewati. Sulit untuk melupakan keberadaanmu yang meskipun jauh, tapi kamu selalu ada disini, di hatiku, menguasai sepenuhnya seluruh ruang di dalamnya. Yang tak bisa kutepiskan meski aku sudah menjalin kasih dengan yang lain. Mereka tak sama denganmu. Meski kucari sosok dirimu pada yang lain, tapi mereka tetap bukan kamu. Aku ingin kamu.
Kau torehkan sekali lagi luka di hatiku. Kau timbulkan sekali lagi perih yang tak tertahan. Kala kuketahui, ternyata kau malah menjalin kasih dengan yang lain, setahun setelah kita pisah. Mana komitmenmu yang dulu? Katanya ga mau pacaran? Katanya ga ada pacaran dalam Islam? Lalu yang kamu lakukan itu apa namanya? Apa itu muslim kaffah? Ternyata alasanmu hanya bull shit..!! Aku marah! Aku kesal! Tapi kenapa aku tak bisa membencimu? Kenapa? Kamu itu ga layak untuk dicintai! Kamu ga layak untuk diharapkan! Tapi kenapa aku masih mengharapkanmu? Kenapa aku selalu ingin bersamamu? Kenapa????!!!!!
Dan selama tujuh tahun ini pula, aku terus mengharap kau kembali padaku. Tinggalkan saja kekasihmu itu. Aku yang pertama mencintaimu, menyayangimu, menjagamu. Jadi aku yang berhak atasmu!! Posesif? Tidak, aku tidak posesif, aku hanya ingin kau menjadi milikku. Kau yang menorehkan luka terdalam di hatiku, tapi entah kenapa aku masih mencintaimu. Apa betul, cinta itu buta?? Mungkin, aku memang buta.
Postingan ini terinspirasi oleh seorang kawan. Dude..you must move forward. She's not worthed.
Labels: Dangerous Mind, Love, My Life |
posted by Maruria @ 10:31 PM   |
|
|
|
| Tuesday, June 19, 2007 |
| Episode Mak Comblang |
Entah apa yang ada di benak saudara saya yang satu ini. Sebulan lalu dia menawarkan sahabatnya yang jomblo sama saya dengan segala testimoni yang bagus-bagus. “pinter lho...” “..gagah juga..” “wih, kerjaannya udah mapan..” Katanya sih dia kerja di sebuah perusahaan yang opening iklannya gini : “Nama resmi saya blok C no 3..” “masih muda...kayaknya seumuran sama kamu...”
Beberapa hari lalu, ketika saya dateng ke rumahnya untuk melihat anak ke-2 nya yang baru lahir, lagi-lagi dia menawarkan sahabatnya itu ke saya. “kemaren dia baru kesini lho...” What the h**l..!! I don’t care even he jump into fire..!! “..sayang banget kalo ga diambil kesempatannya..” “kamu kan juga pinter, pasti kalian cocok..” Yeah..this time i agree with him for the “pinter” part. “...besok ta’ kenalin sama dia ya..?”
Padahal dia tahu kalo saya sudah dilamar sama anak orang dan segera akan menikah. Kenapa pula harus ditawarkan ke saya sih? Kenapa tak cari orang lain saja yang masih jomblo? “Udah dilamar ga berarti kamu terikat sama dia kan? Orang udah nikah aja masih bisa cerai ko, apalagi kamu yang baru dilamar.” So what? Saya ga mau sama orang lain. Saya cuma mau menikah dengan dia dan saya akan setia sama dia. Yeah right..we never know what will be happened in future, but for now, i love my fiancee and i'm gonna marry him. For now, i don’t want somebody else. Titik. “Tapi calon suami kamu tuh kerjanya jauh di Kalimantan. Nanti kamu pasti diboyong ke sana juga. Jauh dari orang tua tuh ga enak lho.” “Si Anu ini kan orang sini juga, jadi kamu ga perlu tinggal jauh jauh.” “Kamu tinggal di deket orang tua tuh sama dengan kamu berbakti sama orang tua lho..” Oh..come on..Berbakti tuh kan ga hanya dengan tinggal di dekat orang tua saja. Masih banyak yang bisa dilakukan selain itu. Open your mind, bro.. Huff..dada saya sampai sesak. Rasanya 2 jam disana seperti seharian. Rasanya ingin cepat pulang. Tapi karena melihat mama masih betah gendong si baby, ga tega rasanya mengajak beliau pulang. Akhirnya dengan perasaan tertekan saya cuma bisa menahan diri dan tersenyum sambil berkata : “Mas, aku tuh udah punya komitmen sama satu laki-laki, bahkan sama seluruh keluarganya. Aku akan menikah dengan dia suatu hari nanti. Lebih dari itu, mas, aku emang udah ga bisa pindah ke lain hati. Jadi aku minta maaf dan terima kasih sama mas yang udah perhatian sama aku.Tapi aku ga mau kenalan sama sahabat mas itu.”
Kuharap dia mau berhenti berusaha menjodohkan aku dengan Si Anu itu. Meski saya penasaran juga, kenapa dia ko ngotot banget pengen menjodohkan saya sama sahabatnya itu.
Labels: Dangerous Mind, Love, My Life |
posted by Maruria @ 9:04 PM   |
|
|
|
| Thursday, June 14, 2007 |
| Episode Pulang |
Semangat itu hadir kembali waktu dia katakan, "Aku akan usahakan pulang lebih cepat." Aaahh...sepertinya baru 2 bulan, tapi ko rasanya sudah2 tahun yaa?? Apa memang begini jika kerinduan menyerang? "Aku akan menemuimu, jadi siapkanlah dirimu."
Waduh, saya harus siapkan apa niiihh..?????Labels: Love |
posted by Maruria @ 1:42 AM   |
|
|
|
| Monday, February 26, 2007 |
| ZUMA DELUXE ? |
Yup..!! Itulah yang ditanyakan kembali ke saya ketika orang-orang yang saya kenal bertanya tentang nama keponakan saya yang baru lahir. Biasanya percakapan yang terjadi begini :
Saya : “Alhamdulillah, keponakan saya udah lahir 14 September 2006 kemaren.” Mereka : “Oh ya..?! Alhamdulillah. Selamat yaa..!! Cowok apa cewek? “ Saya : “Cowok” Mereka : “Namanya siapa?” Saya : “Zuma” Mereka : “Zuma Deluxe? Game di komputer itu?” Begitulah..Biasanya kemudian saya menjelaskan pada mereka, tentu saja bukan itu maksudnya. Bahwa bla..bla..bla..
Nah daripada Anda semua bingung ‘bla..bla..bla..’-nya itu apa, maka sekarang saya ingin bercerita tentang keponakan saya ini. Sebenernya yang menginspirasi saya untuk menulis tentang baby adalah Dian. (Dian, kapan bikin baby sendiri?Hehehe..)
Nama lengkapnya Zumarullah Fatih Ahmad. Yang kata ayahnya artinya adalah laki-laki yang tampan pemberian Allah SWT. Sejak lahir keponakan saya yang satu ini langsung jadi PEJABAT lho..Alias PEranakan JAwa BATak,hehehe..(Kakak saya Jawa, suaminya Batak). Saya, adek saya dan bahkan kakak saya (yang notabene adalah mama si bayi sendiri) memanggilnya dengan ZUMA, karena kesannya Jepang sekalleee..!!! Sangat langka dan kedengarannya keren kan?! Kata adek saya, zuma dalam bahasa jepang artinya salju. Bener atau ga-nya saya belum memastikan. Lagipula wajahnya malah terlihat seperti orang Jepang alih-alih orang Jawa atau Batak. Padahal ayah atau ibunya tak ada yang sipit matanya. Kalo tak percaya, lihat saja fotonya.
 .jpg)
Tapi ayahnya ga setuju dengan panggilan Zuma, alasannya begini : “Kalo panggilannya Zuma, ntar dipanggil sama temennya bukan betul-betul Zuma, tapi kepleset dengan “JUMA” atau “YUMA” kan jadi jelek n beda artinya. Karena lidah orang memang masih sulit membiasakan dengan konsonan Z.” Begitu katanya. Memang sih..pada kenyatannya ini juga terjadi pada Zofy. Dia malah sering dipanggil dengan “YOFI” atau “JOPI”. Malah pernah juga ada yang memanggil dia “SOFI” kan jauh banget???? Akhirnya sesuai keputusan ayahnya, kami sepakat memanggilnya FATIH. Sebenernya saya sempet protes juga, “Kalo Fatih, ntar bisa dipanggil Patih. Gapapa tuh?”. Tapi Abang (panggilan saya untuk kakak ipar) cuek saja. Tapi tak apalah, Fatih juga bagus ko. Fatih (Muhammad II Al-Fatih) kan penakluk Konstantinopel. Fatih juga blogger ternama di Indonesia. Fatih yang ini (keponakan saya) entah jadi apa nantinya. Yang jelas aunty doakan, semoga engkau menjadi anak yang sholeh, cerdas, sehat, dan berguna bagi agama, orang tua, nusa dan bangsa ....Amiiiinn.... Singkat cerita kami tak jadi memanggilnya ZUMA melainkan FATIH. Dan orang-orang pun tak pernah bertanya lagi : “Zuma Deluxe? Game yang di komputer itu”. Padahal jauh di lubuk hati saya yang terdalam (apa sihh?????) saya lebih suka dengan panggilan Zuma.
Labels: Love |
posted by Maruria @ 7:51 PM   |
|
|
|
| Wednesday, January 24, 2007 |
| Love..love..love.. |
Love gives me wings... I must fly.... (The Knight's Tale)
Yup bener banget..Cinta emang bisa bikin kita melayang sampe ke langit ke tujuh..Rasanya happy..happy..dan happy...teruuuss....
Semuanya jadi dihubung2in sama dia. Misal nih : Temen lagi ngomongin kalo saudaranya mo punya anak. Eh tiba tiba nyambung kalo saudara kecengan kita juga mo melahirkan. Atau kalo ada temen curhat pengen potong rambut, eh tiba tiba nyeletuk kalo kecengan juga habis potong rambut, model terbaru pula..!! Yaahh..memang seperti itu lah..Kadang kadang bener juga istilah kalo lagi jatuh cinta dunia serasa milik berdua.. (yang lain nunut alias numpang). Makan di foodcourt, duduknya di pojok, hbs tu sambil suap suapan pula...Ke warnet, seru seruan berdua sampe2 seluruh warnet keganggu ama berisiknya mereka. Lagi di toko buku, baca baca buku sambil rangkulan segala, sambil towel towel hidung (gemes ceritanya).Ah...indahnyaa....
Tapi kalo kamu berani jatuh cinta, maka kamu juga harus berani sakit hati. Karena itu udah paketnya, ga bisa dipisah pisah.. Harus merasakan cemburu. Harus merasakan kangen (Karena kalo lagi kangen itu ga enak. Sumpah..!!). Harus kecewa kalo terpaksa udah janjian tapi di canceled. Harus merasakan patah hati kalo ternyata ga bisa bertahan selamanya. Dan masih banyak lagi...
Masalahnya, siapkah Anda untuk menerima 1 paket utuhnya cinta? Bahagia, tapi sekaligus sakitnya? Labels: Love |
posted by Maruria @ 12:24 AM   |
|
|
|
Episodes of My Journey | Blogger Templates by Gecko & Fly.
No part of the content or the blog may be reproduced without permission.
Learn how to Make Money Online at GeckoandFly
First Aid and Health Information at Medical Health
|