| Tuesday, December 25, 2007 |
| Episode Mega Membawa Perenungan |
 Memulai hari dengan semangat baru. Dengan today to do list panjang yang menuntut untuk segera diselesaikan. Berharap menyapa mentari pagi yang cerah, namun aku harus rela menerima hadirnya awan kelabu yang menggantung berat siap menumpahkan beban yang ia tanggung. Tidak. Aku tidak meyesali hadirnya awan itu. Tuhan selalu punya rencana dibalik apapun yang Ia berikan untukku. Hanya saja tidak setiap kejadian bisa kupahami makna dibaliknya. Mungkin nalar dan imanku tak sampai menjamah kesana. Yang kutahu mega itu membawa kesegaran berbeda dari angin sejuk yang ia gandeng. Dari sucinya udara yang kuhirup dengan rakusnya. Dan entah mengapa suasana pagi ini memaksaku merenung kembali tentang hari yang lalu, tentang kesempatan-kesempatan yang menelusup di belakangku untuk kemudian pergi meninggalkanku dengan pongahnya. Tentang cinta, rindu yang sesak, kebencian, amarah dan pengapnya atmosfer kerja. Tentang dunia yang perlahan berubah menjadi musuh manusia, murka karena pengkhianatan berabad-abad yang dilakukan para khalifah bumi. Juga tentang Tuhan yang Maha Besar, Maha Suci, Maha Pengampun. Yang masih saja mau memberikan dunia meski aku terkadang lupa bersyukur. Yaa 4JJ1...betapa aku selama ini telah jauh dariMu..betapa seringnya aku mengabaikan panggilanMu..betapa aku telah menjadi orang yang merugi..Yaa 4JJ1...ampunilah aku... pic taken from my room.Labels: My Life, Pemikiran Mendalam |
posted by Maruria @ 5:23 PM   |
|
|
|
| Monday, November 12, 2007 |
| Episode Bullying |
 Memperhatikan berita kekerasan di media membuat semakin miris saja. Merusak minimarket, melukai orang-orang yang ada di jalanan, melakukan rekrutmen anggota dengan cara yang brutal. Beeuuhh....Aksi anarkis yang dilakukan oleh oknum geng motor itu membuat saya bertanya dalam hati (tapi yang ini bukan judul lagunya Ihsan Idol lho...). Apa sebetulnya yang mereka cari? Bagaimana perasaan mereka saat mereka melakukan itu? Atau mereka memang sudah mati rasa?? Hmm..who knows? Ada yang bilang itu karena kurang mendapat perhatian orang tua. Bisa jadi. Seringnya mereka yang anarkis adalah mereka yang dahaga akan perhatian dan kasih sayang. Tapi mengkambinghitamkan keadaan keluarga yang broken tak bisa begitu saja dimaklumi. It's very complicated... Nampaknya aksi bullying semakin marak saja. Yang terakhir aksi geng Gazper di SMAN 34. D'oh...Pelajar itu ya tugasnya belajar toh?? Sah-sah saja sih bikin komunitas, tapi bentuklah dan bergabunglah dengan komunitas yang punya kegiatan positif. Sebelumnya ada Cliff Muntu yang meninggal karena dianiaya seniornya di IPDN (dan kasus kekerasan lainnya di kampus yang sama), ada juga anak SD yang dianiaya oleh teman-temannya sendiri karena terpengaruh tayangan televisi, ada pula kasus penganiayaan orang tua terhadap anaknya. Jadi ini tanggung jawab siapa? Ya tanggung jawab bersama. Klise memang, tapi itulah jawabannya. Peran serta pemerintah-keluarga-sekolah-masyarakat seharusnya bersinergi untuk menuntaskan ini semua. Tapi marilah kita mulai dari diri sendiri. Gampang ko, sebarkan kasih sayang ke sekitar Anda, tebarkan senyum dan niscaya mereka yang mendapat efek senyuman ini akan merasa (paling tidak sedikit) bahagia. Dan kebahagiaan mereka akan tertular ke orang lainnya lagi. Seperti kata Slank, tebarkan PLUR, Peace-Love-Unity-Respect. Maukah Anda mencobanya?
Gambar dari sini.Labels: Pemikiran Mendalam, Sosialita |
posted by Maruria @ 5:54 PM   |
|
|
|
| Saturday, November 10, 2007 |
| Episode Old Story |

"Ketika asa terbentur realita, masih mampukah logika menjadi nyata? -sang pencintamu-"
Sebuah pesan pendek dari seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan keriuhan dan berjuta warna warni kebahagiaan. Beberapa menit saja setelah kunjungannya di rumahku. Berbincang tentang pekerjaan, cuaca, film, bahkan gosip artis, apapun kecuali masa lalu kami. Aku tak berani. Mungkin dia berpikiran sama. Tapi tatapannya padaku masih sama. Disana masih ada cinta dan harapan. Tapi tidak di mataku. Bagiku semua sudah berakhir. Sudah menjadi bagian dari masa lalu yang kuarsip dalam file bernama "OLD STORY". Entah apa yang ada dalam pikirannya sehingga meluncurlah puisi pendek itu ke ponselku. Yang disusul pula dengan sms yang lain : "Aku ingin menganggapmu teman setelah cerita kita berakhir dengan kejamnya. Namun nampaknya sulit. Karena aku telah memberikan seluruh cintaku untukmu. Dan sekarang aku masih dalam tahap semi pure friend. Masih butuh beberapa tahapan lagi untuk menjadi pure. Semua itu butuh proses, tak ada yang instan, apalagi ini masalah hati yang tergores."Kalimat terakhirnya begitu menohokku. Setelah tujuh tahun, ternyata goresan itu masih terasa menyakitkan untuknya. Goresan yang kubuat karena keegoisanku, karena sempitnya fikirku. ~ Menyakitimu begitu dalam adalah satu-satunya yang kusesali hingga kini. ~"Satu kata untukmu. SEMPURNA."Sebuah pesan pendek terakhir darinya menutup malam yang kian dingin disapu hujan "salju" yang lembut. Dan akupun termangu. Merasa menjadi orang paling jahat yang pernah ada. Foto diambil disini.
Labels: My Life, Pemikiran Mendalam |
posted by Maruria @ 10:57 PM   |
|
|
|
| Tuesday, November 06, 2007 |
| Episode Low Bat |
Pagi ini dingin, sama seperti pagi yang kemaren dan juga kemarennya lagi. Sedingin hati saya. Entah kenapa segala keriuhan yang terjadi di sekeliling saya tak mampu mencairkan bekunya perasaan. Ceria dan mampu menghidupkan suasana. Satu tuntutan profesi. Tapi kali ini sulit sekali saya wujudkan. Bagaimana mau menghidupkan suasana kalo saya saja sedang mati (suri).
Seluruh energi bahagia saya seolah-olah sudah sirna. Saya jadi bisa merasakan yang Harry rasakan sewaktu bertatapan dengan Dementor. Kosong. Sunyi. Mengerikan. Saya tak mau jadi orang yang seperti ini. Mungkin saya butuh penyegaran. Saya butuh sesuatu yang baru untuk men-charge saya.
Labels: My Life, Pemikiran Mendalam |
posted by Maruria @ 7:54 PM   |
|
|
|
| Saturday, October 20, 2007 |
| Episode Blog Action Day |
 Komunitas Blogger mulai beraksi. Diawali dengan postingan bertema lingkungan hidup. Ga ada salahnya ikut berpartisipasi. Ga perlu jauh jauh lah, ini masih tentang lebaran.Dan mudik merupakan tradisi yang senantiasa menyertainya. Ini pun berlaku di kota saya. Tapi berlawanan dengan Jakarta yang ditinggalkan para penghuninya yang mudik, kota saya dibanjiri oleh para pemudik. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia. Ini terlihat dari banyaknya kendaraan dengan plat asing yang berseliweran di jalanan. Ada AB, G, H, B, F, DK dan sebagainya saya ga hapal. Saya tinggal di kota kecil yang punya jalan lebar-lebar. Tidak pernah terjadi kemacetan di kota saya. Even once! Tapi karena bertambahnya volume kendaraan di kota ini membuat jalanan kami menjadi macet di beberapa titik, seperti pusat perbelanjaan dan tempat wisata. Saya sampai terheran heran dibuatnya. Polusi udara bertambah. Sampah pun bertambah di pantai kami yang biasanya bersih. Begitu juga dengan polusi suara karena seringnya mereka menekan klakson. Uugh..bisakah bersabar sedikit? Ini kan bukan Jakarta.
Tapi sekarang semuanya kembali normal. Aaahh...leganya..Hehehe...
gambar dari sini
Technorati Profile
Labels: Pemikiran Mendalam |
posted by Maruria @ 6:41 AM   |
|
|
|
| Friday, September 28, 2007 |
| Episode Mimpi |
Semalam, saya bermimpi tentang seseorang. Yang pastinya, saya bermimpi ketika saya tidur, karena secara logika, kita ndak akan mungkin mimpi kalo ndak tidur. Kecuali mimpi di siang bolong. Dan untunglah mimpi saya bukan di siang bolong, karena saya mengalaminya di malam hari. Oke, kembali ke topik mimpi saya. Seseorang yang saya impikan ini adalah seorang sejabat (a.k.a teman)laki-laki, yang terlintas dalam pikiran saya aja ndak pernah. Dalam arti lain, dia ini hanya sejabat sambil lalu. Yang hanya saya tahu nama dan wajahnya saja. Rumahnya dimana, hobinya apa, penyanyi favoritnya siapa, dia suka dangdut atau malah benci, suka pedes apa ga. Smua tentang dia secara mendalam saya ndak tau blas! Apa lagi dalemannya. Eits..ndak usah mikir saru dulu gitu dong..Maksud saya ya perasaan dalam hatinya, gitu loh... Tapi anehnya, di dalam mimpi saya itu, saya diajak maen ke rumahnya. Rumahnya guede...luas..adem..deket banget sama laut, tapi juga deket banget sama langit. Itu keanehan yang pertama. Selanjutnya, disana, di dalam rumah dia, dan masih di dalam mimpi saya, saya menemukan berjuta-juta...ah berlebihan..berlembar-lembar kertas bertuliskan puisi romantis. Dan dia bilang, "Ya, disinilah biasanya saya menulis puisi tentang kamu. Disinilah tempat pemujaan saya terhadapmu." Hmm..dan inilah keanehan kedua. Dan keanehan yang ketiga, disitu dia menyatakan perasaannya yang terpendam terhadap saya. Senang? Melayang? Terharu? Jujur, iya, saya merasakan itu di mimpi saya. Dan ini yang paling aneh, saya mengalami mimpi itu dua malam berturut turut. Iya, 2 malam berturut turut..!!! Aneh kan..? "Biasa aja kali mbaakkk..." Meskipun ceritanya tidak sama persis, tapi tokoh dan topiknya masih sama. Buat saya itu aneh. Dan saya masih ga ngerti apa maksudnya. Saya pernah bertanya sama 2 orang temen saya. Yang pertama jawab pernah, dan bilang "Saya juga sempat memikirkan arti mimpi itu, tapi cuma 1 hari, hari berikutnya, saya sudah lupa tuh.Lagipula itu hanya bunga tidur ko." Temen saya yang satunya bilang, tidak pernah, dan malah bertanya saya mimpi sama siapa. Duh mas, padahal yang saya butuhkan adlah jawaban, kira-kira kenapa ya saya bisa mimpi seperti itu? Ada yang tahu ga jawabannya?Labels: My Life, Pemikiran Mendalam |
posted by Maruria @ 6:37 AM   |
|
|
|
Episodes of My Journey | Blogger Templates by Gecko & Fly.
No part of the content or the blog may be reproduced without permission.
Learn how to Make Money Online at GeckoandFly
First Aid and Health Information at Medical Health
|